Saat ini Anda Pengunjung Ke

Minggu, 20 November 2011

[Sinopsis] Movie Attack On The Pin Up Boys Bagian Kedua (END)

Sekolah Kibum geger dengan berita penyerangan terhadap salah satu siswa. Mereka terlihat sangat antusias untuk mengetahui siapa orang yang beruntung tersebut dan rela menunggu di depan kelas. Kibum yang baru saja datang setelah menerima telepon pun terlihat menunggu di koridor sekolah, namun dari raut wajahnya tersimpan sejuta pertanyaan.
Heechul yang sedang asyik mendengarkan music heran melihat para siswa berlarian dan bahkan tanpa sengaja menabraknya begitupun dengan Kangin.
Siwon keluar dari ruangan osis dengan wajah bersinar bak cahaya rembulan. Ryewook asisten Siwon sibuk mengusir para siswa yang ingin melihat Siwon lebih dekat dengan gaya yang super duper lebay (hehehe, mian Wookie).
Heechul dan Kangin saling memandang satu sama lain, akhirnya Siwonlah yang muncul sebagai pemenang. Mereka yang sebelumnya sempat bersitegang akhirnya memutuskan menghabiskan waktu bersama-sama di sebuah warung makan.

Wajah Kangin sudah memerah karena kebanyakan minum sementara Heechul menyandarkan tubuhnya di dinding dan hanya menatap kosong ke depan.
“aku tidak percaya ini, kenapa harus dia” keluh Kangin dan meneguk sebotol minuman yang sudah habis
“kau tahu siapa wanita dalam poster ini?” tanya Heechul dan menunjuk sebuah poster di belakangnya sambil menangis sesenggukan “aku penggemar berat BOA karena ia menyanyikan lagu “Girl Argentina” tambah Heechul dan semakin sedih. Kangin tak kalah sedihnya dengan Heechul, impiannya untuk menjadi orang terkenal kandas sudah. (lucu banget lihat Heechul dan Kangin disini).
 
Sementara itu di ruangan guru
Disaat Heechul dan Kangin sedang bersedih, seorang pria paruh baya justru tampak sangat senang karena akhirnya dia yang memenangkan taruhan. Dia adalah kepala sekolah.
 
Kibum mengunjungi lokasi tempat penyerangan Siwon.

Ini adalah tempat diduga terjadinya penyerangan. Sejauh ini semua korban terkena lemparan kotoran dalam jarak radius 300 meter, tapi…..

Kibum mulai mengeluarkan kamera digitalnya dan memotret sebuah kantong plastic yang sudah dikerumuni lalat. Sejuta pertanyaan bermunculan di benak Kibum. Tanpa disadari Kibum, seseorang diam-diam memperhatikannya dari kejauhan. Kibum mengarahkan kameranya ke arah jalanan menurun dan melihat sosok bayangan hitam yang berdiri di balik tembok. Kibum dengan cepat mengejarnya namun yang ada hanya dua sosok siswa yang sedang asyik mengobrol.

Di ruang kesehatan sekolah
Ryeowook yang sedang menunggui Siwon merasa bosan dan jenuh. Ryeowook mengambil sebuah patung gigi dan mulai menyikatnya layaknya menyikat gigi sendiri. Siwon menatap Ryeowook dengan tajam dan yang ditatap hanya tersenyum nyengir.
Seseorang tiba-tiba masuk ke ruangan dan mengagetkan Siwon dan Ryeowook.
“apa yang kau lakukan disini, ini adalah daerah terlarang” ucap Ryeowook dan berdiri dari duduknya. Siwon menahan Ryeowook dan membiarkan orang tersebut.
Kibum tidak menjawab dan malah duduk di hadapan Siwon.
“bagaimana perasaanmu?” tanya Kibum pada Siwon yang sudah memasang gaya angkuhnya
“aku baik-baik saja, aku tinggal disini hanya untuk menghindari anak-anak. Tapi apa yang membawamu kemari?” tanya Siwon dan melepaskan kacamatanya
“aku baru saja melihat lokasi kejadian. Aku menulis di sebuah Blog mengenai kasus penyerangan dan banyak orang bertanya kepadaku tentang kejadian semalam. Aku hanya ingin tahu beberapa hal. Tadi malam kau diserang dari arah depan?” tanya Kibum mulai menginterogasi layaknya seorang detektif
“tidak, dari belakang” jawab Siwon cuek
“mengapa kau membalikkan badanmu?” tanya Kibum lagi
“karena dia memanggilku”
“penyerang mengatakan apa ketika dia menyerangmu?”
“pretty boy ambil ini”
“tangan kiri atau tangan kanan?”
“tangan kanan”
“warna kantong plastiknya apa?” tanya Kibum untuk kesekian kalinya

Siwon terlihat berpikir keras dan menjawab hitam. Kibum tersenyum dan mengatakan kalau di lokasi kejadian memang dia menemukan sebuh kantong plastic berwarna hitam. Kibum mengambil kantong plastic yang ditemukannya dan melemparkannya ke wajah Siwon.

“apa yang kau lakukan?” teriak Ryeowook sedikit emosi. Siwon kembali menahan Ryeowook.
“ini adalah kantong plastic yang digunakan penyerang dan mereka diserang di radius 300 meter dari sekolah mereka. Tempat dimana kamu diserang adalah di sebuah tanjakan dan mustahil bila tepat sasaran mengenaimu” ucap Kibum panjang lebar sambil menunjukkan kantong plastic berwarna kuning.

“jadi kamu menuduh dia berbohong….. ah…. Itu tidak mungkin, apa kamu pikir dia tidak layak mendapatkan kotoran?” ucap Ryeowook dan mengacungkan-acungkan sikat yang dipegangnya kepada Siwon.Siwon yang kesal dengan sejuta pertanyaan Kibum yang akhirnya mengetahui kebohongannya melampiaskan kekesalannya pada Ryeowook.
Seperti sebelum-sebelumnya, Siwon mengarahkan ke dua jarinya kepada Ryeowook dan sebuah kilatan petir tiba-tiba mengenai Ryeowook dan membuatnya melayang ke udara dan sesaat kemudian terjatuh.
Para murid dan guru yang menguping percakapan mereka terkejut setengah mati dan tidak menyangka kalau Siwon yang dikenal tegas dan angkuh berani berbohong. Kepala sekolah pun terpaksa harus mengembalikan uang taruhan kepada Mr Kang dan Miss Kim. Sekolah kembali heboh karena korban selanjutnya ternyata bukanlah Siwon, terus siapa donk???
Heechul dan Kangin masih berada di warung makan. Kondisi mereka sangat menyedihkan. Tiba-tiba ke dua Hp mereka berbunyi. Kangin dan Heechul bersamaan mengangkatnya. “Apa” teriak mereka bersamaan. Semangat yang sempat kendur akhirnya kembali berkobar setelah mengetahui kalau korban selanjutnya ada diantara mereka berdua.
“Siwon telah keluar dari pertarungan, sainganku hanya dia”
“aku bisa mencium bau kotoran yang datang ke arahku”

Sekolah kembali dihebohkan dengan kedatangan Sungmin salah satu korban penyerangan dan telah menjadi bintang.
 
“annyeonghaseyo, aku Sungmin. Aku sekarang sedang berada di sekolah tempat korban penyerangan selanjutnya. Seperti yang kalian lihat disini para penggemar sudah berkumpul. Aku sangat terkejut melihatnya dan aku berpikir mereka sangat senang karena bisa melihatku. Oh, presiden sekolah sudah muncul, aku akan segera mewawancarainya. Bisakah kamu memberi alasan mengapa kamu berbohong?”
Siwon layaknya seorang artis tenar hanya bisa no comment. Sementara Ryeowook malah marah-marah pada kameraman yang mengambil gambar Siwon (Teriakan Ryeowook Oppa yang nyaring bikin pengen ngakak terus). Sungmin hanya bisa bengong melihat keanehan yang ditunjukkan Ryeowook dan menatap kamera dengan wajah lucunya.
Murid-murid semakin gaduh pada kasus penyerangan. Mereka pun bergantian melihat Heechul dan Kangin namun keduanya sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda sebagai korban penyerangan.

Bulan Mei berlalu tanpa penyerangan dan aku tidak percaya kalau semua ini sudah berakhir.
Murid-murid di kelas Kibum merasa jenuh dengan suasana belakangan ini. Sama sekali tidak ada tanda-tanda kalau seseorang telah diserang. Begitupun dengan Donghae yang lebih memilih tidur di saat jam pelajaran. Sebuah Pulau berhasil dibuat Donghae di buku pelajarannya. Tak puas dengan satu pulau yang dibuatnya, Donghae membalik kertas pelajaran dan kembali melanjutkan tidurnya.
Sementara itu di salah satu kursi di dekat jendela, seorang siswa tengah serius melihat kamera digitalnya. Dia adalah Kibum yang sangat penasaran pada sosok yang diam-diam menguntitnya. Kibum menzoom foto yang berhasil diabadikannya di kameranya dan menemukan sepatu yang dipakai penguntit. Kibum kembali menzoom pada cermin di pinggir jalan dan akhirnya mengetahui siapa sebenarnya yang menguntitnya.
 
Kibum berbalik ke belakang dan memandangi Donghae yang tertidur pulas. Kibum memandangi Dongahe dari bawah ke atas. Kibum tidak menyadari gurunya yang bersiap-siap melemparinya dengan kapur karena tidak focus pada pelajaran. “pletak” bunyi kapur yang mengenai kepala Kibum. Kibum dengan cepat berbalik dan dengan wajah tak berdosa kembali focus pada pelajaran.

Miss Kim ikut-ikutan mengeluh pada Kepsek dan Mr Kang.
“suasana akhir-akhir ini benar-benar membosankan, anak-anak pun tidak focus pada pelajaran, kenapa penyerang itu tidak muncul” keluh Miss Kim
“mungkin penyerangnya sedang sakit” ucap Mr Kang dan Kepsek mengangguk mendengar ucapan Mr Kang pertanda setuju.
 
Sementara itu di ruang latihan Judo terlihat Kangin, Eunhyuk dan Panda sedang asyik mengobrol. Eunhyuk mulai mengeluarkan argumennya kalau Kangin tidak diserang karena Kangin juara dalam judo. Eunhyuk mempunyai ide hebat dan mengatakan kalau Kangin harus mengalami cedera dulu agar penyerang tidak takut untuk melemparinya dengan kotoran. Pembicaraan mereka sempat terpotong karena Panda tiba-tiba kentut dan mengeluarkan bau yang sangat busuk.
Eunhyuk dan Panda mulai memegang kaki Kangin dan bersiap-siap untuk mempelintirnya. Kangin berteriak kesakitan dan berkata kepada Eunhyuk untuk melakukan di tangannya saja. Baru saja Eunhyuk ingin melakukannya, pelatih mereka datang.

Bukan hanya Kangin, Eunhyuk dan Panda yang sedang asyik mengobrol, Heechul, Shindong dan Donghae juga melakukan hal yang sama.
Di depan kue yang berbentuk seperti pup, Donghae mulai menjelaskan kalau semua korban yang diserang berada di dekat tempat pembuangan sampah.
“jadi apa yang harus aku lakukan?” tanya heechul tidak mengerti yang maksud yang dijelaskan Donghae
“aku bermaksud mengatakan kalau kau harus berada di dekat tempat yang kumaksud tadi” jawab Donghae.
Heechul terdiam sesaat dan kemudian tersenyum “idemu sangat hebat” (dasar Oppa, lambat loading, hehehehe)
“tapi darimana kau tahu semua itu?” tanya Shindong heran dengan sebuah topi berbentuk pup di kepalanya. Donghae terdiam.
Eunhyuk, Panda dan Kangin disetrap. Mereka disuruh berdiri dan menunduk layaknya tahanan yang siap-siap mendapatkan hukuman. “Panda kamu boleh pergi” ucap Pelatih. Panda menepuk bahu pelatih sebelum pergi. Sementara itu Pelatih memukul kepala Eunhyuk dan membanting Kangin dengan sekali angkat. Terdengar bunyi retak dari tulang Kangin. Eunhyuk melirik kepada Panda dan tersenyum karena mereka tidak perlu repot-repot mematahkan tangan Kangin lagi.
Pelatih yang merasa bersalah membawa Kangin ke dokter. Dokter mengatakan kalau tidak ada masalah pada tulang Kangin dan tidak perlu digips. Dokter bahkan mengatakan kalau tulang Kangin sangat keras dan kuat. Kangin dan Eunhyuk saling pandang. Mereka kompak berteriak kalau Kangin harus digips.
Donghae sedang berkaca di kaca toilet. Kibum tiba-tiba keluar dari salah satu toilet dengan sebuah tas yang ditaruh di salah satu lengannya. Kibum ingin menanyakan sesuatu kepada Kibum namun Kibum mengurungkan niatnya. Kibum memutuskan keluar duluan meninggalkan Donghae. Donghae yang sibuk bercermin tiba-tiba tersadar dan berbalik melihat toilet tempat Kibum keluar tadi.

Aku murid sekolah menengah. AKu tahu tidak seharusnya membuang-buang waktu seperti ini, tapi aku sama sekali tidak bisa berhenti. Aku juga tak tahu kenapa?. Aku hanyalah remaja berusia 18 tahun dan tak tahu apa yang akan terjadi di masa depanku. Orang dewasa mengatakan kalau kami memiliki potensi tapi entah mengapa ucapan mereka semakin membuatku gugup.

Di keremangan malam terlihat seorang pemuda yang berjalan seorang diri. Dia adalah Heechul. Heechul tersenyum dan mulai bernyanyi-nyanyi kecil. Langkah kaki Heechul terhenti “Hei, kalian terlalu dekat” teriak Heechul pada Shindong dan Donghae yang memang sengaja membuntutinya.
Donghae dan Shindong keluar dari persembunyian. Shindong lebih memilih pulang dan menikmati barbeque buatan ibunya sementara Donghae mulai sibuk dengan urusannya sendiri. Mereka berdua memutuskan meninggalkan Heechul yang hanya tahu mendumel dan mendumel saja.
 
Heechul merasa seseorang mengikutinya. Heechul mulai memperlambat langkahnya dan bergumam dalam hati “Ayo serang sekarang, ayo serang Heechul sekarang”. Heechul kemudian mulai beraksi dengan bergaya bak foto model sambil merapikan rambutnya sesekali.
“kamu terlihat seperti orang bodoh” teriak Kangin. Heechul kecewa berat dan berpura-pura melupakan hal yang baru saja dikerjakannya. “apa yang kamu lakukan disini?” tanya Kangin lagi dengan tangan kanan digips.
“kamu sendiri?” tanya Heechul penasaran
“aku mencari udara segar” teriak Kangin di kuping Heechul. Mereka berdua sama-sama terdiam.

Sementara itu di tempat lain, seorang pemuda juga terlihat tengah berjalan sendirian. Tiba-tiba sebuah suara memanggilnya . Kibum berbalik (apa Kibum akan menjadi korban selanjutnya???.....) dan perlahan-lahan terlihat sosok pemuda yang sangat dikenalnya mulai mendekat.
“apa yang kau lakukan disini?” tanya Donghae. Nada bicaranya seperti menginterogasi Kibum
“aku sedang dalam perjalanan pulang” jawab Kibum tersenyum
“tapi ini bukan jalan ke rumahmu” ucap Donghae dan melihat jalan di belakang Kibum
“kamu sendiri apa yang sedang kamu lakukan disini?” tanya Kibum balik
“aku??? Ah….aku ingin mengajukan beberapa pertanyaan padamu”
“jadi kamu mengikutiku?” tanya Kibum curiga
Donghae terdiam sesaat dan menghela nafas “aku kira begitu” (keren dech gaya Oppa yang satu ini)
“apa yang ingin kau tanyakan?” tanya Kibum dengan nada suara serius
 
Donghae mulai mengitari Kibum “kamu adalah satu-satunya orang yang menyebut sekolah kita SMA Neul Paran dan siswa di sekolah lain menyebutnya Paran. Aku ingat tanggal 14 seharusnya kita tinggal di sekolah sampai jam 11 malam tapi aku diam-diam membolos. Hari itu tepat dimana penyerang akan melakukan penyerangan tetapi tidak ada yang terjadi karena Siwon yang sebelumnya dikira adalah target penyerangan telah berbohong”
“jadi kamu pikir salah satu dari siswa di kelas kita yang melakukannya?” tanya Kibum berusaha tetap tenang
“tidak, aku berpikir itu dirimu” jawab Donghae sambil berbisik di telinga Kibum.
“itu tidak masuk akal” elak Kibum
“ketika aku membaca Blogmu, kamu mengatakan sekolah kita akan menjadi sasaran selanjutnya dan kemarin kamu tidak menyiram toilet. Apa yang ada di tas itu?” tanya Donghae dan merebut tas Kibum dengan paksa. Donghae mengeluarkan isi tas Kibum dan benar saja di dalamnya terdapat sebuah sarung tangan hitam dan kantong plastic berwarna kuning yang berisi kotoran. Skak mat buat Kibum.
Heechul dan Kangin berbicara berdua. Mereka kembali saling mengolok tentang kegiatan mereka masing-masing. Heechul mengolok Kangin yang menyia-nyiakan waktunya hanya untuk berlatih judo dan Kangin sendiri mengolok Heechul yang juga menyia-nyiakan waktunya menari yang sama sekali tidak dapat membawanya masuk ke universitas ternama. Mereka tertawa bersama-sama menyadari tingkah konyol mereka selama ini yang sangat ingin mendapat lemparan kotoran agar menjadi terkenal. Kangin tiba-tiba bertanya pada Heechul apa penyerang itu benar-benar ada???
Dan memang benar adanya Kangin. Penyerang itu adalah Kibum. Kibum dan Donghae duduk di depan sebuah kios sambil menikmati minuman.
“kenapa kau melakukannya?” tanya Donghae membuka pembicaraan
“karena aku bosan” jawab Kibum singkat
Donghae terkejut dengan jawaban Donghae “hanya itu?”
“ada banyak orang yang ingin menjadi selebritis, aku sering mengunjungi blog orang lain dan menghina mereka. Aku hanya ingin mengajarkan kepada mereka sesuatu tapi yang lucunya tidak ada seorangpun yang tahu kalau penyerangnya adalah aku. Aku merasa aneh setelah mendapatkan banyak perhatian. Awalnya memang sangat menyenangkan tapi lama kelamaan aku merasa takut sendiri. Aku beruntung akhirnya ada yang mengetahui kalau penyerangnya adalah aku”
Donghae tertawa “kamu memang benar-benar gila melempari mereka dengan kotoran”
“tapi mereka menyukainya” ucap Kibum dan memukul Donghae pelan
“terus apa yang akan kau lakukan selanjutnya? Heechul atau Kangin?” tanya Donghae
“kau penasaran ya?” tanya Kibum balik
“hei…. Apa yang terjadi jika kita melakukan ini?” tanya Donghae sambil tersenyum licik (senyumannya Donghae manis banget loch)
 
Keesokan harinya
Di klub Judo terlihat Shindong mengenakan seragam yang sama warnanya dengan milik Kangin. Shindong asyik ngemil dan berbicara dengan Eunhyuk. Kangin tiba-tiba muncul dan berteriak kalau dia tidak akan memperdulikan lagi penyerangan itu. “apa yang kau lakukan disini?” tanya Kangin heran “aku berhenti menari dan aku akan bergabung di Tim ini” jawab Shindong dan melakukan gerakan salto “oh, kamu cukup kuat, selamat datang di klub kami” ucap Kangin senang dan melompat kegirangan bersama Shindong. Eunhyuk yang melihatnya tak ingin ketinggalan dan ingin bergabung bersama mereka. Namun Eunhyuk selalu saja terjatuh saat melompat kegirangan.

Sementara itu di ruang tari terlihat seorang wanita yang sedang berdiri di depan cermin. Dia mulai memperhatikan seluruh tubuhnya dan melakukan tarian ringan. Heechul tiba-tiba muncul dan terkejut melihat Yuri yang notabene seorang ballerina berada di ruang tari.
“Donghae, ajari aku gerakan terakhir” teriak Heechul dan teriakannya terhenti saat melihat Yuri “hei siapa kau? Ah seorang penari ballet, mana pakaian dansamu itu?”
Yuri berbalik dan sekarang berhadapan dengan Heechul “aku berhenti menjadi ballerina dan ingin bergabung di klub tarimu”
 
Heechul tertawa mengejek “ini bukan permainan anak-anak, kau pikir itu mudah”.
Yuri terdiam sesaat dan mulai menari menunjukkan kehebatannya kepada Heechul. Tanpa sadar, badan Heechul juga ikut menari dan terus memandang Yuri dan bahkan tidak berkedip sedikitpun (aku suka wajah Oppa pas adegan ini). Yuri berhenti menari namun Heechul masih terus memandanginya. Beberapa detik kemudian, Heechul tersadar dari rasa kagumnya dan mengajak Yuri untuk menari bersama.
 
Tiba-tiba terdengar teriakan kalau seseorang telah diserang. Eunhyuk dan Shindong saling pandang sementara Ryeowook memperbaiki kacamatanya agar yakin dengan apa yang dilihatnya. Donghae berjalan dengan wajah bersinar bak rembulan. Semua siswa mengikutinya dan mengelu-elukannya.
Kibum hanya bisa tertawa melihat Donghae yang sekarang mirip selebritis.
 

Itulah insiden terakhir yang terjadi. Anak-anak kembali ke rutinitasnya semula. Orang-orang mulai melupakan tentang siapa yang akan diserang dan siapa sebenarnya penyerangnya. Aku yakin sebuah legenda baru akan kembali tercipta.

Siwon mengajari Ryeowook tekhnik-tekhnik magic atau sulap namun Ryeowook selalu gagal dan menjatuhkan buku setelah sebelumnya berhasil menerbangkannya
Kangin semakin fokus dengan grup Judo bersama dengan anggota baru, Shindong
Begitupun dengan Heechul, Donghae dan Yuri

Kibum sedang duduk di sebuah lapangan bola basket yang dipenuhi beberapa remaja yang bermain sepatu roda. Pandangan Kibum tidak terarah kepada mereka namun pada sebuah kereta api yang sedang melintas tak jauh dari tempat dia duduk. Perjalanan kereta api di hadapannya sama halnya perjalanan hidupnya yang akan melewati sebuah fase menuju kedewasaan.
Seorang pemuda kembali mengagetkannya dan membuyarkan lamunan Kibum. Dia adalah Donghae yang sudah menjelma menjadi seorang artis. Donghae membawa sebuah boneka pup dan melemparkannya kepada Kibum. Kibum tersenyum dan bertanya bagaimana perasaan Donghae sekarang. Donghae menghela nafas dan mengatakan kalau menjadi seorang artis tak seperti yang dibayangkan semua orang. Menjadi artis sangatlah melelahkan dan kehidupan yang dulunya bebas menjadi terkekang.
Donghae balik bertanya pada Kibum. Pertanyaan yang selama ini selalu ingin ditanyakannya namun sama sekali tidak ada kesempatan.
“aku ingin tahu, apa kamu menggunakan kotoranmu sendiri?”
Kibum tertawa dan tidak menjawab pertanyaan Donghae. Baginya pertanyaan Donghae cukup hanya dialah yang tahu jawabannya dan …..???
Para Member Super Junior bernyanyi bersama di halaman sekolah Neul Paran


Tambahan :
Kibum sedang menunggu di depan pintu kamar mandi sambil sesekali bersiul.
“apa sudah selesai?” tanya Kibum sambil mengetuk pintu kamar mandi. Terlihat tangan Kibum terbungkus sarung tangan berwarna hitam. Beberapa detik kemudian pintu kamar mandi terbuka. Panda memasukkan kantong plastic berwarna kuning yang berisikan pup miliknya. Kibum sesekali tersenyum dan menghela nafas “apa kamu sedang diare?”.

Kibum kemudian memberikan beberapa batang daun bambu kepada Panda sebagai ucapan terima kasih “kerja yang bagus” ucap Kibum dan memeluk Panda….
So, pertanyaan Donghae akhirnya terjawab sudah…. ^___^


Seperti biasa, diakhir sebuah sinopsis yang aku buat chingudeul akan kusisipkan beberapa pesan dan kesan....

Movie Attack On The Pin Up Boys memberikan sebuah pelajaran kalau tidak selamanya terkenal itu menyenangkan dan Kibum Super Junior sudah membuktikannya.... Keisengan Kibum melempari siswa-siswa di sekolah lain dengan kotoran adalah hanya untuk mencari kesenangan. Kibum merasa bosan dengan kehidupannya di SMA yang hanya itu-itu saja. Dan karema keisengannya lahirlah sebuah legenda yang tidak akan pernah dilupakan.

Menjadi terkenal dengan kemampuan yang kita miliki jauh lebih berarti daripada harus terkenal karena dilempari sebuah kotoran atau hal yang bisa merugikan orang lain. Film yang satu ini memang agak konyol dan lebay abiest. Waktu pertama kali menontonnya boring abiezt chingu.... gimana nggak boring aku nggak tahu nama pemainnya siapa aja, hehehehe....
So, buat kamu yang ngaku elf wajib nonton nich film, apalagi keakraban para member dan kebersamaan mereka  terlihat jelas di film yang satu ini (minus Kyuhyun sich)....

Kamsahamnida Chingudeul menyempatkan diri membaca sinopsis buatanku yang terbilang masih jauh dari kesempurnaan.... ^___^ Saranghae Oppadeul,....

MV WONDER BOY, SUPER JUNIOR

artikel berhubungan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar